NUTRISI

14 07 2009

imagesTujuan ilmu gizi adalah untuk:
1. menetapkan kebutuhan unsur gizi yang lengkap dalam
makanan untuk masing-masing individu
2. menetapkan jumlah optimal setiap unsur gizi
3. menetapkan kombinasi makanan terbaik yang memenuhi
kebutuhan
4. perbedaan-perbedaan kebutuhan dalam siklus yang normal
5. mengerti bagaimana faktor-faktor gizi mempengaruhi dan
dipengaruhi keadaan trauma, infeksi maupun pengobatan
Sampai saat ini belum satu pun tujuan-tujuan ini dicapai dengan
sempurna

Fungsi dari nutrisi (gizi) adalah:
1. untuk mempertahankan kehidupan
2. untuk merangsang pertumbuhan
3. untuk mengganti unsur-unsur yang hilang
4. untuk menyediakan energi
Komponen diet yang dibutuhkan bagi manusia adalah:
1. karbohidrat menghasilkan energi, untuk pertumbuhan & mempertahankan
2. lemak jaringan dari kerusakan
3. protein
4. vitamin tidak menghasilkan energi, tapi merupakan bagian penting dari
5. mineral mekanisme kimia untuk penggunaan energi & sintesis berbagai
6. air metabolit yang diperlukan, misal: hormon & enzim

Suatu unsur gizi dianggap essensial, bila pada defisiensi unsur
gizi tersebut menyebabkan gejala klinik yang dapat dikenali
dan gejala klinik tersebut akan sembuh bila unsur gizi yang
diperlukan ditambahkan ke dalam makanannya
RDA (Recommended Dietary Allowance) = kebutuhan diet yang
dianjurkan : kebutuhan nutrisi minimal untuk masing-masing
individu tidak mungkin ditentukan secara tepat
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan diet secara
spesifik pada individu:
1. tinggi badan 4. tingkat perkembangan
2. berat badan 5. aktivitas fisik
3. jenis kelamin 6. iklim

RDA terdiri dari:
1. protein
2. 10 vitamin (A, D, E, C, tiamin, riboflavin, niasin, B6, folacin,
B12)
3. 6 mineral (kalsium, fosfor, magnesium, iron, zinc, iodine)
Masukan di bawah kebutuhan minimal → kelainan-kelainan
akibat defisiensi
Masukan berlebihan → gejala-gejala toksisitas
Pemilihan makanan yang harus dikonsumsi untuk memenuhi
masukan unsur gizi yang diperlukan tergantung pada:
1. faktor kebudayaan → kebiasaan
2. faktor ekonomi
3. kebutuhan biologis
4. cara yang telah dikembangkan masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan gizi
Kandungan unsur gizi yang sebenarnya dari makanan
tergantung pada:
1. faktor genetik 4. penanganan & penyimpanan
2. tempat tumbuh 5. pemasakan & pemrosesan
3. kandungan unsur gizi dalam tanah

Tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung cukup
semua unsur gizi essensial sehingga perlu variasi makanan
yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi
Sumber energi makanan:
1. karbohidrat 3. protein
2. lemak 4. alkohol
Energi yang dihasilkan (dalam bentuk ATP dan senyawa
berenergi tinggi lain) dipakai untuk:
1. mempertahankan gradien konsentrasi ion-ion
2. reaksi biosintesis
3. transport dan sekresi molekul melalui membran sel
4. penyediaan energi sel
25% energi makanan diubah menjadi energi mekanis (misal:
kontraksi otot) dan sisanya hilang sebagai panas yang antara
lain dalam bentuk:
1. energi kimia, misal: sintesis komponen baru
2. energi listrik, misal: aktivitas saraf dan otak
3. energi elektrokimia, misal: osmosis, pompa natrium
4. energi panas, misal: pengaturan suhu tubuh
Masukan dan pemakaian energi diukur dalam:
1. kilokalori (kKal) atau kalori (Kal)
– 1 kKal atau 1 Kal adalah banyaknya panas yang diperlukan
untuk menaikkan suhu 1 liter air dari 14,5° ke 15,5° C
– 1 kKal = 1000 kalori
12/2/2008
4
2. kilojoule (kJ):
– adalah banyaknya energi yg dibutuhkan untuk mengangkat
benda 1 kilogram setinggi 1 meter
– 1 Megajoule (MJ) = 1000 kJ
– 1 kKal = 4,2 kJ
Energi yang diperoleh dari bahan makanan:
1 g protein = 4,1 kKal
1 g lemak = 9,3 kKal
1 g hidrat arang = 4,1 kKal
alkohol = 7 kKal
Kebutuhan energi:
– pria (23 – 50 thn; BB = 70 kg) = 2900 kKal
– wanita (23 – 50 thn; BB = 55 kg) = 2200 kKal
(bumil + 300 kKal; buteki + 500 kKal)
Metabolisme energi dapat diukur dengan:
1. kalorimeter bomb
– cara: bahan makanan yang dipanasi dengan suhu tinggi dan
dialiri oksigen dalam ruang tertutup (kalorimeter
bomb) akan mengalami oksidasi sempurna. Dalam
tubuh, lemak dan karbohidrat akan dioksidasi
(oksidasi biologis) sempurna menjadi CO2 dan H2O
dengan menghasilkan panas yang ekuivalen dengan
panas yang dihasilkan bila oksidasi bahan tersebut
dilakukan dengan alat kalorimeter
– oksidasi biologis pada protein tidak sempurna, gugus amino
akan diubah menjadi urea atau kreatinin yang akhirnya
diekskresi melalui urine

2. kalorimeter tidak langsung
– yaitu mengukur pertukaran gas dan menentukan RQ
– RQ (Respiratory Quotient): perbandingan volume CO2 yang
dikeluarkan dengan volume O2 yg diperlukan pada oksidasi
Contoh:
a. karbohidrat: oksidasi lengkap glukosa
C6H2O6 + 6 O2 → 6 CO2 + 6 H2O
RQ = 6 CO2 / 6 O2 = 1
b. lemak: oksidasi lengkap dari tristearin
2 C57H110O6 + 163 O2 →114 CO2 + 110 H2O
RQ = 114 CO2 / 163 O2 = 0,7
c. protein: struktur kimianya bermacam-macam; RQ = 0,8
d. RQ diet campuran (protein + karbohidrat + lemak) = 0,85
bila jumlah karbohidrat lebih banyak, RQ mendekati 1
Makanan yang dimakan harus dapat mencukupi kebutuhan
energi untuk:
1. mempertahankan fungsi tubuh
2. aktivitas otot
3. pertumbuhan
Pemakaian energi hampir selalu sebanding (berbanding lurus)
dengan pemakaian oksigen
Setiap 1 liter penggunaan O2 akan dikeluarkan energi 4,83 kKal
(20kJ)
Pengeluaran energi pada individu tergantung 3 faktor:
1. BMR (Basal Metabolic Rate) = Laju Metabolisme Basal
– adalah penggunaan energi untuk mempertahankan aktivitas
tubuh yang paling rendah / pada waktu istirahat, misal:
denyut jantung, respirasi, fungsi ginjal, keseimbangan
osmotik, aktivitas otak, suhu tubuh

– energi total yang dipakai = energi untuk BMR + energi untuk
aktivitas yang lain
– pengukuran BMR: membandingkan nilai konsumsi oksigen
dengan nilai standart yang telah diperkirakan, yang
memperhitungkan pemakaian energi per meter persegi luas
permukaan tubuh, faktor umur, jenis kelamin, BB dan TB.
Hasil yang didapat dinyatakan dengan persentasi di atas
atau di bawah nilai standard
– nilai BMR normal = ± 10 – 15% dari nilai standard
– syarat pengukuran BMR:
* keadaan post absorbsi (berpuasa 12 jam)
* istirahat mental dan fisk, minimal ½ jam dipersiapkan
dengan tiduran sebelum test
* sadar
* tidur terlentang selama test
* suhu ± 20 – 25° C
– faktor-faktor yang mempengaruhi BMR:
a. luas permukaan tubuh (BB dan TB)
b. umur (BMR tertinggi umur 5 tahun; orang tua BMR ↓)
c. jenis kelamin (laki-laki>perempuan; bumil&buteki BMR ↑)
d. iklim (panas: BMR ↓)
e. perbedaan ras
f. keadaan gizi (kelaparan: BMR ↓)
g. penyakit (infeksi, demam: BMR ↑)
h. pengaruh hormon (hipertiroid: BMR ↑; hipotiroid: BMR ↓)
– pada orang sakit yg MRS diukur pemakaian energi istirahat
(RME = Resting Metabolic Expenditure)
– BMR dan RME berbeda ± 3%

2. TEF (Thermic Effect of Food)
– adalah kenaikan produksi panas di atas basal metabolisme
yang disebabkan oleh makanan. Jadi dengan kata lain TEF
adalah penggunaan energi sebagai akibat dari makanan itu
sendiri.
– Thermic effect of food dari campuran makanan besarnya
kira-kira 10% dari besarnya basal metabolisme
3. Tingkat aktivitas fisik
– aktivitas fisik mempengaruhi konsumsi O2
– besarnya energi yang digunakan sebanding dengan
intensitas kontraksi otot dan BB
– BB dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang
masuk dengan energi yang keluar. Masukan energi >
pengeluaran energi → BB ↑
– Masukan energi dipengaruhi oleh:
a. tingkat aktivitas fisik
b. ukuran dan komposisi tubuh
c. iklim
d. umur: usila → BMR ↓→ masukan energi dibatasi
untuk mempertahankan BB
e. keadaan kesehatan tubuh: trauma, sakit → kebutuhan
energi dan nitrogen↑

SUMBER-SUMBER ENERGI
1. karbohidrat (46%) 3. protein (12%)
2. lemak (42%) 4. alkohol
Karbohidrat dan lemak: sumber energi yang ekonomis
Protein terutama untuk bahan pertumbuhan jaringan dan
perbaikan (bila masukan kalori dari bahan makanan lain tidak
mencukupi, maka protein juga akan dibakar untuk
menghasilkan energi)
Terapi kegemukan:
– mengurangi masukan kalori yang berasal dari lemak dan
karbohidrat
– masukan protein, vitamin, mineral dipertahankan pada kadar
yang normal
– diet mengandung kalori ≤ 800 – 1000 Kal
Dalam hal penyediaan energi, maka karbohidrat dan lemak
menghemat protein sehingga protein tersedia untuk tujuan
anabolik (protein sparing action karbohidrat dan lemak)
A. KARBOHIDRAT
Adalah sumber energi yang utama dan paling efisien untuk
proses-proses vital
Sumber utama karbohidrat dalam makanan:
1. zat tepung / pati = kompleks karbohidrat
– dianjurkan ½ masukan energi total berasal dari kompleks
karbohidrat
– contoh: gandum, beras, kacang polong, kentang → banyak
mengandung vitamin dan mineral
– pengolahan makanan: biji gandum putih menjadi tepung
gandum putih → lapisan kulit ari yang kecoklatan dan
embrionya dibuang

2. gula-gula
karbohidrat makanan termasuk pula gula-gula seperti:
– glukosa dan fruktosa (pada buah dan madu)
– laktosa (pada susu)
– maltosa (pada beer)
– sukrosa (gula meja): terpenting, dari sari tebu dan beet,
penyebab utama karies pada gigi
3. serat makanan
– yaitu semua komponen dinding sel tumbuhan yang tidak
dapat dicerna
– contoh: hemi selulosa, lignin, gum, pektin, pentosan
– serat makanan (dietary fiber) ≠ serat kasar (crude fiber)
– serat kasar: komponen yang tersisa setelah ekstraksi
kimiawi dengan pelarut, asam panas dan alkali panas serta
hanya merupakan sebagian kecil (10 – 50%) dari serat
makanan
– konsumsi < : divertikulosis, Ca kolon, penyakit cardio
vascular, DM
– serat makanan berperanan:
a. mengurangi waktu makanan dalam usus
b. mengurangi sirkulasi enterohepatik kholesterol → kadar
kholesterol serum ↓
c. merubah komposisi bakteri usus
d. memperlambat absorbsi gula usus → mengontrol gula
darah dan kadar insulin
e. mengurangi absorbsi meneral tertentu
– banyak terdapat di buah-buahan, sayuran dan biji-bijian

Fungsi karbohidrat bagi tubuh:
a. penyediaan energi
3 faktor yang mempengaruhi jumlah karbohidrat yang dapat
digunakan tubuh yaitu:
– keadaan membran mukosa saluran pencernaan
makanan
– endokrin / hormon-hormon yang berperanan pada
penyediaan karbohidrat
– jumlah vitamin yang adekuat
b. fungsi khusus pada organ-organ vital
– hati
di hati karbohidrat dioksidasi sebagai bahan bakar, juga
sebagai:
* pencegahan, misal: detoksikasi
asam glukuronat (turunan glukosa) berkonjugasi dengan
bahan-bahan yang toksik (misal: obat) sehingga diperoleh
senyawa yang tidak berbahaya dan mudah diekskresi
* pengaturan metabolisme lemak dan protein
penyediaan karbohidrat yang cukup untuk kebutuhan energi
akan:
– menghemat penggunaan protein sebagai sumber energi
(protein sparing action dari karbohidrat) sehingga
protein dapat digunakan untuk sintesis jaringan
– mempengaruhi pemecahan lemak. Bila karbohidrat tidak
mencukupi atau tidak tersedia, maka akan terjadi
penumpukan keton sehingga terjadi ketosis
– jantung
* glikogen pada otot jantung merupakan sumber darurat yang
penting untuk energi kontraktil
* kerusakan jantung, persediaan glikogen rendah, masukan
karbohidrat rendah → terjadi angina pectoris
– SSP
* otak tidak mempunyai cadangan glukosa maka suplai
glukosa dari darah harus terus menerus
* hipoglikemia berat → kerusakan otak yang permanen
B. LEMAK
Peranan lemak dalam makanan :
1. Menambah cita rasa makanan dengan menyerap dan
menahan bau-bauan
2. Mengenyangkan (karena dicerna lambat)
3. Mempunyai nilai energi 2 kali karbohidrat dan protein
4. As. lemak dapat dipakai oleh hampir semua sel tubuh
(kecuali eritrosit dan SSP) sebagai sumber energi.
Kelaparan : Otak menyesuaikan diri dan mampu menggunakan
keton (hasil pemecahan as. lemak) sebagai bahan bakar.

Fungsi lemak yang esensial terhadap gizi manusia adalah:
1. Pelarut untuk absorpsi vitamin-vitamin yang larut
dalam lemak
2. Menyediakan as. lemak esensial: as. linoleat (tidak dapat
disintesa oleh manusia, diperlukan untuk sintesa asam
arakhidonat yang merupakan prazat utama pada biosintesa
prostaglandin
Perbedaan lemak hewani dengan lemak nabati :
1. Lemak hewani mengandung lebih banyak asam lemak\
jenuh dibandingkan lemak nabati
2. Kholesterol hanya berasal dari lemak hewani
Faktor resiko timbulnya atherosklerosis (penyempitan pembuluh
darah yang juga terjadi pada penyakit jantung koroner)
adalah:
1. Tingginya lemak dalam makanan
2. Merokok
3. Hipertensi
4. Meningkatnya kadar kholesterol dalam serum
Anjuran diet (banyak dianut) :
1. Pengurangan kholesterol dalam diet
2. Pengurangan lemak jenuh dalam diet
3. Pengurangan masukan lemak keseluruhan dalam diet
4. Peningkatan As. Lemak tidak jenuh ganda (poli
unsaturated) dibandingkan As. Lemak jenuh dalam diet,
sampai 10% dari penyediaan energi makanan

Fungsi lemak bagi tubuh :
1. Primer : fungsi metabolisme
Lemak berperan sebagai sumber energi dan
pada daerah dingin berfungsi memelihara panas
tubuh
2. Sekunder : fungsi mekanis atau struktural
– Melindungi organ-organ vital
– sebagai komponen membran sel yang ikut
mengatur keluar-masuknya bahan-bahan dari
dan kedalam sel
As. Linoleat :
Merupakan As. Lemak esensial bagi manusia
Terdapat dalam bagian lemak makanan dari sumber hewani
maupun nabati
Lemak tumbuhan > lemak hewani
Jarang sekali terjadi defisiensi karena tersebar luas dalam
bagian lemak makanan.
Def. As. Linoleat pernah terjadi pada :
1. Bayi yang hanya mendapat diet susu skim
2. Orang dewasa yang mendapat diet intravena bebas lemak
Gejala def. As. Linoleat :
1. Dermatitis bersisik
2. Rambut rontok
3. Kesulitan pada penyembuhan luka
4. Pada pemeriksaan laboratorium :
– Rendahnya kadar asam-asam lemak tidak jenuh ganda
– Meningkatnya kadar As. 5,8,11 eikosa trienoat

Fungsi As. Linoleat :
1. Memperkuat struktur kapiler dan sel membran
2. Kombinasi dengan kholesterol menghasilkan fosfolipid
dan kompleks lipoprotein
3. Merendahkan kadar kholesterol serum (mekanismenya ?)
4. Memperpanjang waktu pembekuan dan menambah
aktifitas fibrinotik.
C. PROTEIN
Merupakan sumber asam-asam amino esensial dan nitrogen,
yang diperlukan untuk sintesa denovo asam-asam amino
non esensial dan senyawa mengandung nitrogen lainnya.
As. amino esensial : Treonin, isoleusin, leusin, valin, lisin,
metionin, fenilalanin, triptofan
As. amino semi esensial : histidin, arginin
As. Amino non esensial : glisin alanin, as. Aspartat, as.
Glutamat, prolin, hidroksi prolin, sistin, tirosin, serin,
sistein, sitrulin, hidroksi lisin
Histidin esensial pada bayi (kebutuhan dewasa tidak pernah
ditentukan)
Arginin dapat disintesa tubuh walaupun tidak optimal serta
sangat diperlukan dalam pertumbuhan

Protein diet harus cukup untuk mengganti macam-macam as.
Amino esensial dan nitrgen yang hilang melalui pertukaran
protein, eskresi faeses, keringat dan saliva atau yang hilang
melalui kulit, rambut dan kuku.
Pertukaran protein normal = 1 – 2 % dari protein tubuh total
perhari
Nitrogen balance : keseimbangan antara masukan nitrogen dari
protein diet dan komponen lain denan nitrogen yang hilang
melalui urine, faeses, kulit dan keringat.
Protein diet harus mempertimbangkan :
1. Kuantitasnya (jumlah)
2. Kualitasnya (konsentrasi as. Amino esensial)
Kualitas protein biasanya diperbandingkan terhadap protein
susu dan telur sebagai standard.
Protein hewani kualitasnya > protein nabati, karena pada protein
nabati kebanyakan kekurangan 1 atau lebih as. Amino
esensial, misal :
– Jagung : kekurangan triptofan
– Gandum : kekurangan lisin
– Kacang-kacangan tertentu : kekurangan metionin
Rasio protein terhadap energi dalam diet
– Untuk keseimbangan nitrogen perlu masukan protein maupun
energi yang adekuat
– Keseimbangan nitrogen akan :
* Negatif : bila masukan nitrogen lebih sedikit dari nitrogen
yang hilang. Misal : pada def. protein, kelaparan,
luka bakar yang luas

* Positif : bila masukan nitrogen lebih banyak dari nitrogen
yang hilang. Misal : pada masa kanak-kanak, bumil,
masa penyembuhan
– Semakin tinggi masukan energi, semakin sedikit kebutuhan
protein untuk mencapai keseimbangan nitrogen, karena
semakin sedikit pemecahan as. Amino untuk menghasilkan
energi
– Kebutuhan protein meningkat pada :
a)Masa pertumbuhan
b)Bumil
c)Aktivitas fisik yang tinggi
d)Pemeliharaan keseimbangan nitrogen pada orang tua
e)Penggantian kehilangan nitrogen pada trauma yang
menyebabkan peningkatan katabolisme protein
– Masukan protein menurut RDA = 12 – 20% dari energi total
sehari , dimana jumlah nitrogen diperkirakan cukup untuk
memelihara keseimbangan nitrogen
– Diet yang baik mengandung protein 50 – 200 gr/hr
– Kekurangan makanan dapat menyebabkan gejala kelaparan
yang disebut : PEM (Protein-Energi Malnutrition)= kekurangan
kalori-protein (KKP)
1. Kwashiorkor : def. protein ; edema +
2. Marasmus : def. protein dan energi ; kulit lisut
– Fungsi protein bagi tubuh :
1. Fungsi primer : untuk pertumbuhan dan pemeliharaan
jaringan serta mensuplai as. amino untuk bahan-bahan
esensial lainnya yang mengandung nitrogen. Misal :
hormon dan enzim

2. Peranan fisiologis spesifik dari as. amino, misal :
– Metionin : untuk pembentukan penyusun sel yang
bukan protein, misal kholin sebagai precursor as.
amino non esensial : sistein
– Triptofan : precursor niacin
– Fenil alanin : precursor tirosin . Fenil alanin + tirosin
hormon thyroxin dan epinefrin.
3. Penyediaan energi.
D. MINERAL
MAKROMINERAL ESENSIAL
1. Kalsium (susu, kacang-kacangan, sayuran)
– Fungsi : unsur pembentuk tulang dan gigi, pengaturan
fungsi saraf dan otot
– Metabolisme : absorpsi memerlukan protein pengikat
kalsium.
– diatur oleh vitamin D, H. paratiroid, kalsitonin,dll
– Penyakit : anak-anak : rakitis
dewasa : osteomalasia, osteoporosis

2. Fosfor
– Fungsi : unsur pembentuk tulang dan gigi, ATP,
pengantara metabolik fosforilasi, as. nukleat
– Metabolisme : pengendalian absorpsinya tidak
diketahui (vitamin D ?)
– kadar dalam serum diatur oleh absorpsi ginjal
– Penyakit : anak-anak : riketsia
– dewasa : osteomalasia
– Sumber : zat aditif makanan yang mengandung fosfat.
3. Natrium
– Fungsi : – Kation utama dalam cairan ekstrasel
– – Mengatur volume plasma, keseimbangan asambasa,
fs. Saraf dan otot, Na / K , ATP- ase
– Metabolisme : diatur oleh aldosteron
– Penyakit : hipertensi
– Sumber : garam meja
4. Kalium
– Fungsi : – Kation utama dalam cairan intrasel
– Fungsi saraf dan otot, Na/K, ATP- ase
Metabolisme : diatur oleh aldosteron
– Penyakit : kelemahan otot, paralisis, kekacauan
mental, henti jantung, ulkus pada usus halus
– Sumber : sayuran, buah (tomat, air kelapa), kacangkacangan

5. Klorida
– Fungsi : keseimbangan cairan dan elektrolit, getah
lambung
– Metabolisme : ?
– Penyakit : karena vomitus, tx diuretik, penyakit ginjal
– Sumber : garam meja
6. Magnesium
– Fungsi : unsur pembentuk tulang dan gigi, kofaktor
enzim (kinase)
– Metabolisme : ?
– Penyakit : penurunan respirasi, reflex tendon
profundus menurun
– Sumber : sayuran hijau
MIKROMINERAL
CHROMIUM
Fungsi : trivalent chromium : kandungan dari glucose tolerance
factor
Penyakit : glucose tolerance terganggu, seconder terhadap
parental nutrition
COBALT
Fungsi : diperlukan sebagai kandungan vitamin B12
Penyakit : deficiency vitamin B12
COPPER
Fungsi : kandungan dari enzim oxidase : Cytochrom C Oxidase
Penyakit : anemia hypochrome microcyter, seconder to
malnutrition

JODIUM
Fungsi : kandungan thyroxin, triiodothyronin
Metabolisme : ditimbun dalam thyroid sebagai thyroglobulin
Penyakit : anak : cretinism
dewasa : goiter : hypothyroidism thyrotoxicosis goiter
FERRUM
Fungsi : kandungan dari Heme(hemoglobin) Enzim(cytochrom)
Metabolisme : di transport sebagai ferrin, ditimbun sebagai
ferritin atau hemosiderin, hilang pada perdarahan
Penyakit : anemia hypochrommicrocyter, siderosis,
hemochromatosisi
MANGANESE
Fungsi : cofactor hydrolase, decarboxylase, transferase sintesa
glycoprotein, proteoglycan
Penyakit : penghirupan keracunan, gejala psychosis,
parkinsonism
MOLYGOENUM
Fungsi : kandungan enzim oxidase (xanthine oxidase)
SELENIUM
Fungsi : kandungan dari glutathione peroxidase
Metabolisme : synergistic antioxidant dengan vitamin E
Penyakit : overdosis : rambut rontok, dermatitis, peka

ZINC
Fungsi : cofactor dari laktat dehase, ALK.P.tase, care-anhidrase
Penyakit : hypogonadism, gangguan pertumbuhan,
penyembuhan luka, hilang rasa bau muntah,
gastrointestinal, irritasi
FLUORID
Fungsi : peningkatan pengerasan tulang gigi
Penyakit : caries gigi ; osteoporosis (?)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: